Pages

Tito's Weblog on Mobile

Hello, Welcome to Tito's Weblog

My photo
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
An undergraduate student in Bogor Agricultural University | Majoring in Computer Science | Writer and Programmer | Readings, Swimming, Travelling, Games, Photography, Music, Art, Movie is My passions.
Showing posts with label Man Shabara Zhafira. Show all posts
Showing posts with label Man Shabara Zhafira. Show all posts

Skripsi di Ujung Sabar

Setelah lima hari menunggu, setelah lima hari berpuasa, setelah lima hari hanya mengamati, terimakasih ya Allah akhirnya malam ini ada sebuah tulisan baru yang lahir dari blog ini. Berat hati rasanya disindir terus menerus, ingin rasanya segera membalas tantangan itu. (semoga yang nyindir nyadar... hahhaha). Tapi apa daya janji telah diikrarkan jauh hari. Sebagai lelaki harus bisa menepati janji, pantang menyerah di tengah jalan. Tetapi, malam ini perjalan itu telah sampai di tujuannya. Malam ini beban itu telah berkurang, walaupun hanya sedikit tapi masih bisa membuat lega dihati. Ingin rasanya teriak "woooiii, ini tulisan baru gue, silahkan dibaca yaa.." :LOL

I'm a little bit free Now...

Terhitung dari weekend minggu kemaren, saya membuat janji dengan diri saya sendiri, lebih tepatnya dengan skripsi saya. Iya dong, udah lama nih si "skripsweet" ga di ajak buat malam mingguan. Tiap satnite selalu dianggurin, dimanyunin, dan ditinggal. ( :nohope ). Jadi malam minggu kemaren saya berniat selingkuh sama skripsi saya tercinta. Nemenin dia dari mulai terbitnya matahari sampai datangnya rembulan di langit malam. Manjain dia, membelai - belai dia, mijet - mijet dia (Lohh???, Hahahaha. ).

Demi niat baik untuk menyelesaikan skirpsi ini secepat2nya, saya berjanji untuk jauh2 dulu dari yang namanya internet.  Termasuk lah di dalamnya fb, chating YM, twitter, kaskus, forum, game online, dan terakhir blog. Tapi ternyata apa daya, skripsi pun butuh internet. Saya harus tetap konsultasi via e-mail dengan ibu pembimbing yang rela waktu weekend-nya saya ganggu, harus tetap berselancar dan bertamu ke rumah om google buat nyari jurnal dan paper tambahan. Alhasil perjanjian saya rubah sedikit, internet boleh tapi ga adict. Hanya boleh cek twitter skali2, balas YM dr dosen saja, dan blogwalking sebentar.



Dengan niat yang tulus serta diiringi usaha yang maksimal (harus gini nih sobat, kalau mau lulus. hahaha) saya berusaha menepati janji progress report hari rabu ini (16/03/11). Bolak balik terjemahin jurnal, cari referensi dan sedikit melakukan pemodelan data, akhirnya tahap basic (Bab 1 dan Bab 2) udah bisa saya cicil. Beberapa argumen ringan sudah saya siapkan jika nanti ditanya sewaktu bimbingan, harus jelas sumber dan bukti ilmiahnya. Dan alhamdulillah, tepat pukul 11.00 tadi revisi skripsi ke -3 sudah selesaikan. Dengan napas sedikit lega saya berani menemui ibu dosen pembimbing. (hahhaha, akhirnya bu setelah begadang semalaman :-D ).

Tepat 12.30 setelah sholat dzuhur, saya menghadap beliau di ruangannya. Kali ini saya bertiga bersama teman - teman lain yang satu bimbingan. Teknis bimbingan saya bergilir, jadi satu persatu maju mempresentasikan progress nya. Saya dapat giliran maju ke dua, jadi ga terlalu buru - buru. Dengan perlahan tapi pasti, saya menjelaskan apa yang sudah saya dapat dari hasil semedi 5 hari kemaren, dengan pemaparan beberapa teori dari jurnal dan mekanisme yang akan saya lakukan, si ibu mendengarkan dengan hidmat. Tapi dasar mahasiswa, memang nasib untuk di koreksi (yaiyalah klo ga di koreksi bukan manusia namanya, ga ada orang yang selalu benar...), beberapa argumen saya kurang kuat, harus ditambahkan beberapa rujukan lagi. Disinilah seni sebagai mahasiswa, merasakan keselnya perasaan saat melihat skripsi yang sudah ditulis sampai jungkir balik tapi tiba2 dicoret dalam sekejap. Dalam hati hanya bisa bilang "Man Shabara Zhafira" 

Tapi saya bersyukur dapat koreksi yang banyak, di obrak abrik isi skripsi saya, dengan begitu jadi tau dimana letak kekurangannya. Yah, walaupun masih tahap awal. Setidaknya saya sudah bisa memulai untuk melakukan beberapa implementasi di skripsi saya. Dan semoga ini menjadi awal yang baik untuk kelangsungan si "skripsweet" tersayang. hahhhaa :LOL. Luruskan niat, bulatkan tekad, keraskan hati, siap kerja keras, semoga terget tahun ini untuk dapat gelar sarjana terkabul. Amieennnn...


Yuppsss, jadi kira2 itulah kenapa klau dilihat di dashboardnya sobat skalian nama blog saya ga keluar - keluar (ga update) dalam 5 hari ini. Klo kata si polisi blog sih, ga ngaruh banyak alasan, tapi ya mang itu adanya. Ngerasa malu waktu mw update nih blog, pas ngeliat skripsi blom terupdate. Tapi sekarang sudah lumayan lega lah, dan bisa nulis - nulis lagi di blog.  Semoga niat yang lurus dan tekad yang keras ditambah kesabaran bisa menghasilkan skripsi tepat waktu. :D

 

Ranah 3 Warna - Man Shabara Zhafira

Udah lama nih ga nulis resensi novel lagi, terakhir itu kalau ga salah tentang novel Negeri Van Oranje. Nah mumpung masih segar dan masih currently reading di goodreads[dot]com, saya mau ngebuat resensi tentang novel Ranah 3 Warna karangan Ahmad Fuadi. Walaupun sedikit telat karena novel ini perdana terbit tanggal 23 Januari 2011 kemaren dan seingat saya sudah ada beberapa sobat blogger yang duluan membuat postingan ini, saya tetap akan membuat resensinya dengan versi saya. Selain itu postingan ini juga saya buat sebagai janji kepada Uni NillaGustian, yang tadi siang minta reviewnya di FB.

Novel Ranah 3 Warna adalah buku ke dua dari trilogi Negeri 5 Menara (pada tau kan novel  ini menjadi best seller di tahun 2010, dan sudah dicetak sebanyak 150.000 eksemplar), tapi jangan khawatir jika membaca Ranah 3 Warna langsung pun kita masih bisa mengikuti alur ceritanya. Novel ini  terdiri dari 51 bab cerita dengan halaman berjumlah 473 halaman. Secara resmi diluncurkan dipasaran pada tanggal 23 Januari kemaren. 



Di buku kedua ini setting ceritanya tidak lah lagi didalam pesantren seperti pada buku pertama. Sang tokoh utama "Alif" kini telah lulus dari pondok pesantren di Jawa, dan berusaha mengejar ketertinggalannya untuk bisa mengikuti UMPTN - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negara, padahal selama 4 tahun di pondok pesantren dia tidak pernah (sedikit sekali ) mendapatkan pelajaran umum seperti fisika, kimia, biologi. Padahal cita - citanya adalah bisa kuliah di Institut Teknologi di Bandung seperti Habibie lalu bisa merantau hingga Amerika.

Dengan semangat menggelegak Alif pulang ke kampung halamannya di Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN karena Alif tidak mempunyai ijazah SMA, pondok pesantren tidak mengeluarkan ijazah yang setara dengan ijazah SMA sebagai syarat pendaftaran UMPTN. Banyak keluarga dan sahabat karibnya yang meragukan cita - cita Alif untuk lulus tembus UMPTN, tetapi terinspirasi dengan semangat tim dinamit Denmark pada Piala Eropa tahun 1992 yang mampu mengalahkan tim Panser Jerman. Alif berhasil melewati UMPTN mengalahkan ratusan ribu tamatan SMA lainnya dan diterima di salah satu Universitas di Bandung.

Tetapi perjalanan Alif tidaklah mulus, cobaan dan rintangan datang silih berganti, sampai kapan dia harus bertahan, teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup, hampir saja dia menyerah kepada nasib. Ternyata bekal nasihat "man jadda wajada" yang didapatnya di pondok pesantren belum bisa mententramkan jiwanya, dan akhirnya dia teringat nasihat lainnya yang diajarkan di pondok pesantren yaitu, "Man Shabara Zhafira". Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal dua nasihat ini Alif terus menyonsong badai hidup yang menerpanya.

Hingga akhirnya Alif bisa mencapai cita -cita nya dulu untuk sekolah ke luar negeri. Ranah 3 Warna mencerminkan representrasi dari perantauan Alif ke tiga tempat yang berbeda. Jadi tempat pertama adalah Bandung atau Indonesia kalo di kover bukunya itu digambar dengan rumput hijau. Lalu Kemudian ada setting  kedua di Yordania yang digambarkan dalam kovernya dalam bentuk pasir dan ada setting ketiga yaitu Kanada yang digambarkan dengan daun Mekel. Itu merupakan 3 perantauan Alif yang kemudian penuh warna warni sehingga menjadi jalur tanah 3 warna

Bandung - Yaman - Kanada

Bonus Pembatas Buku

Karikatur Peta Bandung - Yaman

Karikatur peta Kanada

Bagaimana nasib Alif selanjutnya, apa hubungan Alif dengan Obelix, orang Indian, Michael Jordan, dan Ksatria Berpantun?? Ranah 3 Warna adalah hikayat tentang bagaimana impian tetap wajib dibela habis - habisan walau hidup digelung nestapa tak berkesudahan, Tuhan sungguh bersama orang - orang sabar.

Kalau penasaran silahkan baca sendiri, karena sejauh ini saya beri rate **** (4 bintang buku ini di goodreads[dot]com. ). Happy reading sob, salam Tito's Weblog. Wassalam...


 

Followers

My Goodreads Books

Remarchtito's bookshelf: read

Membangun Web Berbasis PHP Dgn Framework CodeIgniter
Galau Remaja di SMA
Un giorno, viaggiando... The Lonely Planet story
JJS: Jalan-Jalan Seram!
Drakuli Kuper
Dari Jendela SMP
Interview With The Nyamuk
Lupus Returns : Cewek Junkies
Belenggu
Rumpi Kala Hujan
Topi-topi Centil
Yang Paling Oke
Cinta Olimpiade
Lupus: Sendal Jepit
Bangun dong, Lupus!
Tragedi Sinemata
Kutukan Bintik Merah
Makhluk Manis dalam Bis
The Lost Boy: Salah Culik
Lupus Kecil


Remarchtito's favorite books »
}