Pages

Tito's Weblog on Mobile

Hello, Welcome to Tito's Weblog

My photo
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
An undergraduate student in Bogor Agricultural University | Majoring in Computer Science | Writer and Programmer | Readings, Swimming, Travelling, Games, Photography, Music, Art, Movie is My passions.

Berteman dengan Spasmofilia

Berawal dari minggu kemarin, sahabat karib saya dari kecil cerita tentang penyakitnya. Dia mengeluh beberapa bulan ini dia sering kesulitan untuk memulai aktivitas di pagi hari dan sebaliknya merasa sangat aktif pada malam hari, sering merasakan kekakuan otot dan kedutan otot pada tangan dan kaki, kram otot dapat terjadi juga di tempat lain seperti pada lambung, punggung dan leher.

Dia juga bilang kalau beberapa hari lalu sedang menjalani beberapa tes seperti tes darah, EEG dan periksa ke dokter saraf. Beberapa tes dilalui hasilnya normal, tetapi dia masih merasakan gejala seperti diatas, klo siang dia merasa lemes banget dan klo malam aktif banget. Dan setelah hasil EMG keluar dia bilang divonis SPASMOFILIA.

Mendengar nama penyakitnya saja ga pernah, apalagi untuk memberikan saran dia harus bagaimana. Sempat bingung bagaimana harus menghiburnya, padahal kita sangat dekat. Akhirnya beberapa hari ini saya melakukan research tentang spasmofilia. Dari penjelasan dr.Soemarmo Markam, dr. Mintarsih A. Latief bagian Neurologi dan Psikiatri FKUI/RSCM, Spasmofilia ialah keadaan patologik yang disertai iritabilitas saraf dan otot yang meninggi, yang disebabkan gangguan keseimbangan elektrolit-elektrolit. Gejala-gejala yang dapat timbul pada keadaan ini ialah lesu, lekas lelah, mudah meng-alami kejang otot, kesemutan, nyeri kepala, otot pegal linu, sukar tidur, gelisah, emosi labil, depresif, mudah terkejut.

www.google.com

Jadi begini, kalau saya terjemahkan dari blog nya Dania... spasmofilia itu kelainan metabolisme di dalam tubuh. Kelainan ini membuat tubuh terkadang tdk bisa menyerap kalsium dengan baik. Jadi kasarnya niih... kalau orang normal minum kalsium 100 mg, tubuhnya akan menyerap kalsium itu 100 mg. Tapi kalau penderita spasmofilia minum kalsium 100 mg, tubuh cuma menyerap 40 mg. Karena itu, tubuh menjadi kekurangan kalsium. Karena kekurangan kalsium ini, otot di tubuh kita jadi ‘kram’ dan menimbulkan sakit di tempat-tempat tertentu.

Untuk mendiagnosis spasmofilia biasanya dilakukan tes spasmofilia dengan menggunakan alat elektromiografi (EMG). Pada tes ini akan dilihat gelombang dari sel-sel otot yang biasanya mengalami kram atau kejang (sahabat saya sudah sampe tahap ini... T_T). Dari artikel yang saya baca juga, pemicu tercepat penyakit ini adalah stres/ capek, saat penderita penyakit ini stres/ capek maka respon saraf motoriknya akan langsung dirasakan di bagian tubuh tertentu, dan tidak di ragukan lagi sakitnya.


stres/capek berlebihan memicu spasmofilia

Tubuh kita butuh banyak kalsium kalau kita banyak aktivitas fisik dan stress!!!. Nah, kalau kita tahu hari itu kita bakal menguras kegiatan fisik atau stress banget, segera lah mencari asupan kalsium yang cukup. Pasien yang baru saja didiagnosa terkena spasmofilia biasanya diberikan jatah vitamin kalsium kira - kira sebesar 1000gr selama beberapa waktu, jika membaik kadar akan diturunkan secara berkala sampai kadar kalsium di tubuh menjadi normal kembali. Misalkan hari ini kita tahu kalau kita akan beraktivitas fisik yang banyak atau bakal menghadapi ujian (*pemicu stress) minumlah asupan kalsium 2-3 kali dalam sehari itu. Jadi, sebenarnya buat penderita spasmofilia hal yang paling penting adalah bisa mengatur diri sendiri.

Zaman sekarang memperoleh asupan kalsium sudah sangat mudah, kita bisa tinggal lari ke minimarket mecari sebut saja tablet kalsium *CDR/Redoxon atau minum SUSU high calcium yang bnnyak untuk menambah asupan kalsium atau obat penenang seperti Alprazolam. Tapi, tentu saja saya lebih memilih susu, suplemen alami, sehat tidak menyebabkan ketergantungan. Mau minum berapa bnyak dalam sehari tidak masalah.


http://fonega.blogdetik.com/files/2011/06/susu.jpg

Ayo, sama sama menjaga diri. :D \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

Buat yang sudah terkena spasmofilia, jangan bersedih ya. Spasmofilia bukan akhir dari segalanya. Kalau kamu sudah bisa memahami dan tau batasan apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan, maka kita dapat hidup bersama spasmofilia dengan cara yang lebih baik. Hidup kamu akan terus berjalan normal kayak orang-orang lain, kok. Bedanya, kamu butuh lebih banyak kalsium aja daripada orang normal.
 
Hidup rukun bersama spasmofilia... (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸) (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸) (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸)

Thanks to:
Dania buat share cerita dan pengalamannya,
Citra untuk berbagi tipsnya,
dan beberapa artikel lainya yang sangat membantu..
bisa baca disini, disini dan disini.

4 Komentar:

outbound malang said...

kunjungan gan .,.
bagi" motivasi
kesuksesan tidak akan mendatangi anda, kecuali anda mengejarnya.,.
si tunggu kunjungan baliknya gan.,

tito Heyziputra said...

@outbond: OOT nih

hembusananginlembut said...

wah, ada nama saya nampang disini. hehehe. salam kenal mas ^^

pelangiku said...

Terima kasih sudah berbagi informasi.

Followers

My Goodreads Books

Remarchtito's bookshelf: read

Membangun Web Berbasis PHP Dgn Framework CodeIgniter
Galau Remaja di SMA
Un giorno, viaggiando... The Lonely Planet story
JJS: Jalan-Jalan Seram!
Drakuli Kuper
Dari Jendela SMP
Interview With The Nyamuk
Lupus Returns : Cewek Junkies
Belenggu
Rumpi Kala Hujan
Topi-topi Centil
Yang Paling Oke
Cinta Olimpiade
Lupus: Sendal Jepit
Bangun dong, Lupus!
Tragedi Sinemata
Kutukan Bintik Merah
Makhluk Manis dalam Bis
The Lost Boy: Salah Culik
Lupus Kecil


Remarchtito's favorite books »
}