Pages

Tito's Weblog on Mobile

Hello, Welcome to Tito's Weblog

My photo
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
An undergraduate student in Bogor Agricultural University | Majoring in Computer Science | Writer and Programmer | Readings, Swimming, Travelling, Games, Photography, Music, Art, Movie is My passions.

3 Hari 2 Kg 1 Kota

Selamat malam sobat bloger... How's your saturday night, definitely fun right? Malam - malam gini pulang satnite enaknya berbagi cerita dulu. (*langsung dijitakin rame2,, hhhe :p). Genap sudah 2 minggu nih saya hiatus di blog ini, postingan terakhir tentang New Year kemarin masih terpajang menjadi headline.  I really have a busy week, bukan karena kerjaan tapi karena hutang Tugas Akhir a.k.a SKRIPSI yang semakin deadline. Setelah berjanji (*susah sekali untuk komitmen) akan stop dengan projek - projek saatnya untuk kembali mengerjakan KEWAJIBAN utama sebagai mahasiswa. Akhirnya tadi siang draft pertama saya di acc sama dosen pembimbing, kalau lancar 2 minggu kedepan sudah bisa seminar Tugas Akhir. Semoga ya Allah tahap ini cepat berlalu... Amiieennn..

Sekedar curhat nih, buat sobat - sobat yang akan menempuh semester akhir atau tahap tugas akhir  segera lah menjadikannya PRIORITAS, memang godaan untuk bekerja part time semakin banyak datang, ditambah dengan banyaknya waktu luang yang kita punya tawaran projek sangat menggiurkan. Tapi percaya, setelah merasakan gaji pertama kita akan menjadi ketagihan. Orientasi perlahan berubah menjadi uang, sulit kembali ke jalan yang benar. Hhahahhahaa :D  *Trust me !!!!!

Okey, back to the story.. Cerita kali ini adalah cerita liburan singkat saya kemarin setelah tahun baru. Sebenarnya tidak ada niatan untuk mengambil trip liburan, bahkan tidak ada penganggaran dana untuk itu. Trip kali ini bisa dibilang unpredictable banget, 2 hari setelah tahun baru saya dapat tawaran tiket free-return Jakarta - Jambi. Woowww kebetulan sekali, saya sudah lama tidak pulang kampung. Apalagi semua transport  gratis. Sangat sulit menolak tawaran ini, tapi saya ingat deadline skripsi juga tidak bisa ditawar2 lagi. Hati menjadi galau (*gaya anak gaul sekarang :p) memutuskan pilihan.. Hhahahahaha...

Akhrinya setelah melakukan perenungan semalaman diputuskan untuk menerima tawaran ini. Tapi dengan waktu trip yang disesuaikan dengan deadline skripsi, saya putuskan hanya mengambil 3 hari saat weekend.
Cukup adil menurut saya, rezeqi liburan gratis tidak ditolak dan skripsi pun masih bisa dikerjakan. Dengan tetap membawa bahan - bahan paper tugas akhir jadilah saya berangkat ke Jambi. Saya mengambil penerbangan tanggal 5 Januari jam 09.15 dari Jakarta dan langsung melakukan reservasi untuk tiket pulang tanggal 7 Januari dari Jambi untuk kembali pulang ke Jakarta. Terimakasih bnyak buat Anjang atas free tiketnya, ga tau deh mau ngomong apa lagi. Hhhehe.. (*next trip free tiket ke spore dong njang, *ngelunjak).

Day 1
Namanya juga Indonesia tercinta, tidak Indonesia namanya kalau tidak "ngareeettt". Melihat jadwal penerbangan 09.15 saya seperti membaca  10.15 di tiketnya. Benar saja keberangkatan mengalami delay hampir selama 50 menit ditambah dengan persiapan penumpang akhirnya kira - kira 10.15 saya baru take off dari Bandara Soekarno Hatta. Keterlambatan 20 - 50 menit adalah hal wajar, karena banyak jadwal penerbangan lain yang sampai 1 - 2 jam bahkan lebih. Waktu tempuh Jakarta - Jambi selama kurang lebih 55 menit. Satu jam yang nyaman untuk kembali tidur di atas pesawat karena tadi pagi harus bangun cepat - cepat agar tidak kena macet sewaktu menuju ke cengkareng.

Sebelum mengambil posisi tidur, dari dulu saya selalu suka memperhatikan kakak (*ciee kakak, mbak kali) pramugari setiap kali memperagakan cara menggunakan baju pelampung sebagai standar prosedur keselamatan penerbangan. Ntah peragaaannya atau pramugarinya yang pasti saya akan selalu memperhatikan peragaannya sebelum mengambil posisi tidur di pesawat. Such a great time, berharap juga si mbak pramugari datang di mimpi... :p

Sesaat sebelum mendarat di Jambi
Sekitar jam 11.10 crew pesawat memberikan informasi kalau tidak lama lagi pesawat kami akan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pada saat ini saya juga suka memperhatikan isi informasi yang diberi tahukan oleh crew pesawat. "Penumpang kami yang terhormat tidak lama lagi kita akan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, tidak ada perbedaan waktu antara Jambi dan Jakarta, suhu didaratan dilaporkan..bla..bla.." dan "Kami meminta anda untuk menaikan sandaran kursi, melipat meja kembali seperti semula, dan mengencangkan sabuk pengaman. Jangan mengaktifkan telpon selular sampai anda berada di rungan kedatangan". Mau naik pesawat apa saja informasi yang diperdengarkan selalu sama, mungkin sudah direkam jadi tinggal diputar kali ya, hhhhaaa...


Sekalian promo kemarin saya naik Sriwijaya Air :: cukup memuaskan
Sampai di Jambi disambut dengan cuaca mendung dan sedikit gerimis. Ternyata musim penghujan juga sudah mulai di Jambi. Dari informasi di bandara sudah 3 hari cuaca di Jambi seperti itu. Setelah mengambil bagasi saya langsung bergegas ke rumah, kira - kira 15 - 20 menit saya sudah sampai di rumah. Karena hari itu adalah hari kerja, dirumah cuma ada ibu saja. Bapak masih di kantor dan adik jadwal ke kampus. Cium tangan dan memeluk beliau, bahagia rasanya bisa bertemu ibu. Sambil duduk di ruang TV kami cerita - cerita sambil melepas rindu. 

Tidak terasa hari sudah menjelang sore dan gerimis pun telah berhenti. Sepulang adik dari kampus saya mengajak dia untuk jalan - jalan sedikit mencari cemilan dan makanan buat malam. Saya mau mencari buah favorit saya selain duren kalau sedang pulang liburan. Buah apa itu kenapa saya begitu menyukainya..??. Buah satu ini adalah tanaman khas wilayah tropis, diperkirakan berasal dari Asia Tenggara bagian barat tepatnya daerah Sumatra (Sekitar Semenanjung Thailand) Jawa dan Kalimantan. Buah nya memiliki campuran rasa yang manis dan asam, sehingga segar untuk dimakan di siang hari. Penasaran nama buah itu adalah duku atau dalam bahasa lainnya disebut juga langsat atau langsek. 

Duku berbuah secara musiman dan hanya berbuah satu tahun sekali. Bunga buahnya mulai bermunculan pada musim penghujan atau sekitar bulan September-Oktober. selama enam atau tujuh bulan kemudian biasanya sudah menjadi buah yang siap dipanen per Januari-Maret. Quite a rarity even when in season. Jadi, kedatangan saya kali ini ke Jambi sangat tepat pas lagi musim duku berbuah. Tidak sulit menemukan penjual duku, hampir di banyak sudut di Kota Jambi berjamuran penjual buah duku.

Di Jambi pusat penghasil duku terkenal di daerah Kumpeh, makanya duku di Jambi disebut duku kumpeh. Kulit buah yang berwarna putih kecoklatan dan besar. Di jual menggunakan sepeda motor atau sepeda yang di kedua sisi belakang di tempelkan keranjang rotan besar untuk menampung duku nya. Sedikit tips membeli duku, jangan tertarik dengan duku yang bewarna terlalu putih bersih dan besar2. Biasanya jenis seperti ini rasa asam nya lebih dominan. Pilihlah yang berukuran sedang dan kulit sedikit bercorak coklat karena yang seperti ini rasanya lebih manis. Makan duku seperti makan kuaci tidak bisa berhenti, sekali makan tidak terasa sendirian saya bisa menghabiskan 1,5 Kg sendirian. hahhahahhahahaa..


Ini yang warna pas untuk dibeli, sedikit kecoklatan.
not so colorful of fruits, but absolutely addictive
Selesai mencari duku, perut semakin lapar. Sekarang saatnya untuk mencari makan malam. Tidak afdhol ke Jambi kalau tidak mencicipi salah satu kuliner andalannya. Apalagi kalau bukan empek - empek, mungkin beberapa sobat pasti bingung?? Pempek kan masakan palembang, kenapa dibilang andalan Jambi. Seperti pada posting saya tentang Exploring Jambi sebelumnya sudah saya jelaskan kalau Jambi dan Palembang dulunya merupaka satu rumpun. Bahasa dan dialeg kami pun hampir serupa, tentu nya Kuliner kami pun beberapa diantaranya mirip. Tetapi dengan kadar dan cita rasa khas daerah masing - masing.

Sentra kuliner empek - empek di Jambi yang terkenal adalah di daerah Talang Banjar, banyak toko penjual empek - empek bertebaran disini. Tetapi yang terkenal dan ramai di kunjungi adalah Toko empek - empek A-siong. Toko ini masih menggunakan sistem tradisional, banyak juga outlet pempek yang sudah modern seperti empek - empek SELAMAT yang lebih banyak digunakan orang untuk dibungkus menjadi oleh2 dan buah tangan.


Pempek campur, keriting rebus, panggang, otak -otak

Pempeng Panggan isi Ebi,, jajanan SD banget ini

Malam ditutup dengan makan pempek lenggang satu porsi komplit plus 1 piring pempek komplit. Hari ini kembali berasa menjadi orang Jambi utuh.. Udah makan mata mengantuk, penyakit liburan ini.. Zzzzzzzzzz.........

Day 2
Hari kedua ke Jambi, pagi di sambut dengan gerimis dan mendung. Tapi untungnya sekitar jam 7 pagi gerimis sudah mereda. Cuaca masih dingin, perut menjadi semakin cepat lapar. Pagi ini harus sarapan ala Jambi lagi, iya dong namanya jg liburan harus di puas2in dong. Hhhhehe.. Di Jambi biasanya kalau mau sarapan saya selalu mencari Nasi Gemuk khas Jambi. Apasih nasi gemuk itu, jangan mentang - mentang namanya gemuk hanya boleh dimakan oleh orang gemuk.. (*eehhh jadi sensi sendiri, hhha).

Kalau di Jawa mirip nasi uduk atau kalau di Malaysia yang lebih mirip lagi penyajiannya di sebut nasi lemak. Nasi dengan cita rasa santan ditaburi dengan suwiran ayam, telor rebus, emping dan kuah kari. Dan yang paling penting adalah sambel pedas manis khas nasi gemuk. Sarapan yang mantabh.. Dan biasanya nasi gemuk ini dijual di kedai - kedai kopi atau bahasa kerennya Kopitiam. Kedai kopi pertama yang menjadi langganan saya untuk cari sarapan adalah Kopitiam Bogor Baru di daerah Pasar Jambi. Disini nasi gemuknya juara banget, suwiran ayamnya ga hanya sekedar di tabur, tapi memang berasa ditambah kuah gulai kari dan sambelnya... Ssllurrppp..


Kopitiam Bogor Baru

close up dikit,, hhe


Satu porsi nasi gemuk.


Biasanya kalau masih kurang saya memesan juga  roti telor. Rotinya digoreng dgn telor terus di makan dengan selai srikaya dan dikasih secangkup mentega. Kalau di cafe atau tempat nongkrong namanya kaya toast tapi ini versi sederhana.



Tidak semua suka nasi gemuk, makanya saya lanjut ke kopitiam ke dua langganan saya. Yaitu Kopitiam HO HO. Disini tempatnya lebih lega dan santai, tepatnya di depan swalayan Abadi. Disini juga ada nasi gemuk, tapi andalan nya adalah Mie Pangsit. Ada 2 jenis mie pangsit disini, klo saya nyebutnya mie gepeng dan mie biasa. Tapi kalau istilah penjualnya Mie Akheng terus Mie Ting An.


Ini dia Kopitiam Hoho di depan Abadi Swalayan


Mie Akheng - Lebih pipih dan gepeng

Mie Ting An - mie biasa bulat dan panjang

Tidak terasa sudah semakin malam, kalau liburan waktu berlalu dengan cepat. Tapi kalau lagi dikelas rasanya lama bangett,, Hhaha. Kalau malam biasanya menu makan malam yang khas adalah mencari Kwetiau atau Mie Celor didaerah "Murni" atau makan Martabak Mesir. Kwetiau jambi dibikinnya dari tepung beras, lebih tebel dan tidak panjang seperti mie. Tapi malam ini saya lagi ngidam Martabak Mesir. Sudah lama ga makan ginian, kalau kwetiau di Bogor juga tidak terlalu susah carinya.

Kedai Martabak Mesir kali ini saya akan mencoba di daerah Cempaka Putih, Kedai Martabak Roxy. Pada dasarnya Martabak Mesir adalah adonan kulit Martabak dengan isi telor, kentang, daging cincang yang nantinya dimakan ditemani kuah kari.


Satu Porsi Martabak Mesir + Kari Kambing

Selain Martabak India ada juga nasi Briani atau ada juga yang sebut nasi minyak. Ini juga rasanya kalau kata pak Bondan itu magtekh.. Makannya ditemani sambal nanas dan kuah kari juga.


Ga sabaran blum di photo dah d makan dulu,,, hhe


Udah makan punya sendiri masih liatin piring orang, wkwkw

Kembali malam kedua tidur dengan perut kekenyangan , liburan benar - benar perbaikan gizi. Hhaha

Day 3
Hari ketiga dan hari terakhir liburan di Jambi, ga terasa liburan singkat ini akan berakhir. Karena hari ini pesawatnya agak siang, makanya pagi - pagi masih sempat untuk cari mie celor dulu buat sarapan.Mie celor itu kayak mie kocok kalau di Bandung, tapi disini kuah kental dengan potongan pergedel, telor dan tauge. Pokoknya mantaph deeh..

Salah satu mie celor yg terkenal d deket SD Saverius Jambi

Full tiga hari liburan di Jambi diisi dengan makan - makan dan makan - makan. Masih banyak lagi kuliner di Jambi, tidak cukup hanya tiga hari untuk mencicipi semuanya. Dan sekitar jam 10an sudah harus ke bandara untuk check-In. Pesawatnya berangkat pukul 11.30.

security check..

Menunggu di Ruang tunggu, such a boring

Tapi yang penting adalah bakal balik lagi ke Bogor dan berpisah lagi dengan orang tua. Ada yg berkurang rasanya, tapi inilah hidup.. apalagi kalau cow sumatra itu biasanya merantau. Mesti Fight nih.. !!!!. Sesampainya di Bogor lagi, iseng - iseng lihat ke timbangan. Sebenarnya ga usah dilihat juga udah berasa sempit baju dan celana. Bener aja berat badan sukses naik lagi 2Kg, padahal nurunin 0.5kg aja susahnya minta ampun.. T_T. Okey deh sobat blogger itu sedikit cerita liburan gratis 3 hari ke Jambi kmaren. Maaf ya 2 minggu kemarin hiatus dan belum sempat mampir ke tempat2 sobat. Mohon doanya juga untuk seminar akhir bulan ini semoga tercapai. Salam Blogger...


Sumber:
Day 1 

22 Komentar:

HEЯRY said...

wah makannya banyak ya :D
oia salam kenal sob, sekalian ijin follow blog ini juga :)

tito Heyziputra said...

@herry: mumpung liburan sob,, wkwkw. yoi salam blogger.. thanks bro

Andaka Pramadya said...

saya suka komposisi foto dukuh yang kedua pas :D

tito Heyziputra said...

@andaka lebih suka lagi klo dah nyobain duku nya sob. hhe. Salam blogger

Andy said...

jadi ngiler liat menu makanan'a yang bejibun,tapi yang jelas saya takut banget sama yang namanya ketinggian mas,soalnya ada perasaan was2 mulu takut jatuh dll

jiah al jafara said...

makanan segitu banyaknya,g mual??? :D

tito Heyziputra said...

@andy: hahahaha naik psawatnya yaah... mngkin bs transport darat,, yg penting kuliner nya mas,, hhe

@jiah: haahaha kan ga langsung semua jiaah

mila said...

ternyata banyak juga ya wisata kuliner di Jambi... Pempek panggang yg dalemnya ebi itu ada juga ya disana. itu makanan fav gw klo ke palembang. di jkt kagak ada huhuhuuu..

Nike as kekee said...

mau atuh kang..hehehe *telat

.:diah:. said...

weeew pantes BB nya naik, kayaknya ini mudik singkat utk balas dendam mencari makanan yg jarang atau gak pernah ditemui di Jakarta ya?? heeh

btw asyik bener yaa liburan gratiiss, huhuh mau dunk diknalin ma temannya yg kasih free ticket itu #plaaak apa cobaa :D

disini juga lagi banyak loh langsat, tapi saya lebih suka makan rambutan :D

Asop said...

Saya suka banget buah duku, tapi yang bikin jengkel itu adalah rasa bijinya. Pahit banget! Dagingnya manis, tapi bijinya pahiiit banget. Kegigit dikit aja udah langsung kerasa pahitnya. >.<"

Masalahnya, biji dan dagingnya kayak menyatu. Jadi pas saya pisahin di mulut tuh biji, masih ada sisa daging di sana. Jadinya saya ngerasa sayang juga, eman gitu, bahasa jawanya. :D

Hmmm jaman sekarang harusnya kalo nunggu di bandara udah gak bosen lagi. Kalo bawa iPad, ato smartphone, atau bahkan laptop atau buku, rasanya 50 menit gak terasa. :D

tito Heyziputra said...

@mila : mirippp kak sama palembang, 11-12 klo aku bilang,, hhe

@nike: ga ada kata telat buat wisata kuliner,, hhha

tito Heyziputra said...

@diah: Hahhhaha itu bukan temen ku loh diah, tp om ku, :p boleh2 kalo mau dikenalin. wkwkwk.. rambutan juga juara kok, termasuk buah khas tropis

@asop: Iya bener banget, terkadang tergigit bijiya, ada teknik buat makan duku, di emut aja,, hhha.

Sang Cerpenis bercerita said...

wah nasi gemuk, mie akheng dan pempeknya bikin laper..bisa ndut nih kalo kayak kamu makannya.

titoHeyzi said...

@fanny: tenang kak liburan g apa nddutt hha

Ririe Khayan said...

TUH SEMUA MAKANAN yg di capture..di santap dalam durasi berapa lama ya?

Ario Antoko said...

pempek jambi? aku baru tahu dari Tito... pramugari pesawat memang cantik2 yah :p

note di fb tentang tilang itu masih pakai aturan lama, sekarang sudah pakai UU thn 2009 dimana slip biru tilang dendanya maksimal :(

tito Heyziputra said...

@ririe: tenang makannya ga sekaligus,, ada waktunya.. kan harus dinikmati rasa makanan,, hhaha

@r10: iya bang, jambi juga terkenal dengan pempeknya.. enak loh ga kalah sm pempek palembang

Gaphe said...

buseet seneng banget sih dapet gratisan tiket.. dari pacarnya yaaa?? #eh.

hahaha.

yaa gmana gak mau naek lah wong makan muluk.. tuh makanan keliatan enaknya, makanya uuuhhh pengeeen..

mau donk dilempar satu.. martabaknya aja deh

well, sama kalo gitu gak bese.. secara sibuk juga. met ngerjain skripsii!!

Una said...

Asik banget tiket gratis.
Cuma naik 2 kilo ini mas, pukpuk...

Niar Ci Luk Baa said...

gimana ndak mau naik tuh bebe, orang kuliner mulu ... kopitiam kyak nama brand yaa, xixixixi... :)

tito Heyziputra said...

@niar: ga apalah niar, kan namanya juga liburan

Followers

My Goodreads Books

Remarchtito's bookshelf: read

Membangun Web Berbasis PHP Dgn Framework CodeIgniter
Galau Remaja di SMA
Un giorno, viaggiando... The Lonely Planet story
JJS: Jalan-Jalan Seram!
Drakuli Kuper
Dari Jendela SMP
Interview With The Nyamuk
Lupus Returns : Cewek Junkies
Belenggu
Rumpi Kala Hujan
Topi-topi Centil
Yang Paling Oke
Cinta Olimpiade
Lupus: Sendal Jepit
Bangun dong, Lupus!
Tragedi Sinemata
Kutukan Bintik Merah
Makhluk Manis dalam Bis
The Lost Boy: Salah Culik
Lupus Kecil


Remarchtito's favorite books »
}